Berada
di sekolah adalah suatu kegembiraan baginya. Bukan hanya karena dia bertemu
dengan sahabat-sahabatnya atau karena sesuatu yang lain, tetapi karena dia
senang mendapatkan pelajaran dari guru-gurunya. Baginya sekolah adalah tempat
dia menimba banyak pengetahuan dan membuat dia dapat memahami banyak hal.
Tidak
jarang di rumahnya terjadi percecokan kecil apabila dia sehat tetapi harus
tidak ke sekolah karena terpaksa harus menghadiri ibadah atau sesuatu yang lain pada saat ada sanak saudara yang
meninggal dunia, atau alasan lain yang sangat mendesak.
Semangat
belajarnya memang membanggakan sekaligus membuat hati teriris sedih. Mengapa?
Dia sangat bangga jika ada saudaranya yang memberinya tas dan sepatu sekolah
meskipun hanya tas dan sepatu sekolah bekas. Baginya pemberian tersebut adalah
sesuatu yang sangat memacu semangatnya. Dia akan meletakkan barang-barang
tersebut di dekat tempat tidurnya dan menatapinya tanpa letih. Sungguh hal itu
adalah sesuatu yang dirasanya sebagai harta terindah yang dimilikinya.
Suatu
hari hujan turun seharian penuh. Sepatu dan tas sekolahnya basah dan dia tidak
mempunyai cadangannya sedangkan besok hari harus ke
sekolah lagi. Dia menyesali dirinya karena telah menggunakan sepatunya sehingga harus
basah. Tetapi jika dia tidak memakainya bukankah kakinya akan terluka ketika manapaki jalanan berbatu
tajam?
Dalam kesedihannya dicucinya sepatunya
dengan harapan esok pagi dapat digunakannya lagi. Ketika malam, saat dia harusnya tidur, pikirannya masih
penuh harapan agar sepatunya dapat digunakan pada besok hari. Tetapi hujan tidak berhenti dan
sepatunya tetap basah. Sebasah matanya yang dipenuhi kesedihan dan ketakutan
tidak dapat ke sekolah.
Saat
hatinya dibungkus duka, ayahnya menawarkan kepadanya agar sepatunya di
keringkan dengan cara diasapin ditungku dapur karena mereka tidak memiliki
kompor. Hatinya berbunga karena dia yakin akan apa yang ayahnya lakukan.
Ketika sepatunya seharusnya kering yang
terjadi justru adalah bagian dari sepatunya terbakar. Kesedihannya tidak lagi
karena sepatu basah tetapi karena tidak mempunyai sepatu lagi. Apakah ini akan
membuatnya tidak ke sekolah? Ternyata tidak...! Sepatu yang bagi orang lain
dianggap rusak baginya tetaplah sepatu dan bukan suatu penghalang. (Arly)
No comments:
Post a Comment