Friday, May 30, 2014

PUISI ANDIA 5

ENGKAU MEMELUK SALIBMU

Melangkah tertatih menahan sakit
saat cambuk tiada henti menggelegar merobek tubuh
memerah perih
terhuyung di jalanan pekat tajam berkelok menanjak

Oh Tuhanku, kekasih jiwa…
Engkau memeluk salib
saat pegangan-Mu goncang nyaris terlepas
saat basah tangan-Mu merengkuh lemah
darah tidak hanya menitik
tidak hanya mengalir
tidak hanya tercurah
tidak hanya... tidak hanya…

O.. kasih…
Engkau memeluk salib-Mu
tak mau lepaskan
saat tenaga terkuras tiada tersisa
Engkau memeluknya sekuat kasih-Mu
Engkau memeluknya karena itu memang kasih-Mu
Engkau memeluknya menunggu paku
menyatukan Engkau dan dia
sampai nafas terakhir beranjak pergi
dan Engkau terkulai di tangan Bapa-Mu
O, Tuhanku
Apakah Bapa-Mu menangis melihat-Mu
saat Engkau memeluk salib
dan menyatu dengan sakit yang sakit?
Pasti Engkau selalu dalam pelukan-Nya
Selalu…

-- 31 Desember 2013

No comments:

Post a Comment