ENGKAU
MEMELUK SALIBMU
Melangkah tertatih menahan
sakit
saat cambuk tiada henti menggelegar
merobek tubuh
memerah perih
terhuyung di jalanan pekat
tajam berkelok menanjak
Oh Tuhanku, kekasih jiwa…
Engkau memeluk salib
saat pegangan-Mu goncang
nyaris terlepas
saat basah tangan-Mu merengkuh
lemah
darah tidak hanya menitik
tidak hanya mengalir
tidak hanya tercurah
tidak hanya... tidak hanya…
O.. kasih…
Engkau memeluk salib-Mu
tak mau lepaskan
saat tenaga terkuras tiada
tersisa
Engkau memeluknya sekuat
kasih-Mu
Engkau memeluknya karena itu
memang kasih-Mu
Engkau memeluknya menunggu
paku
menyatukan Engkau dan dia
sampai nafas terakhir beranjak
pergi
dan Engkau terkulai di tangan
Bapa-Mu
O, Tuhanku
Apakah Bapa-Mu menangis
melihat-Mu
saat Engkau memeluk salib
dan menyatu dengan sakit yang
sakit?
Pasti Engkau selalu dalam
pelukan-Nya
Selalu…
-- 31 Desember 2013
No comments:
Post a Comment