Keringat dan airmata membasahi wajahnya
ketika dia terbata-bata menyampaikan berita bahwa besok pagi ibunya harus
segera membayar uang sekolahnya agar dia bisa sekolah kembali. Beberapa saat
lalu dia dilarang masuk sekolah karena belum melunasi uang sekolah. Dia menjadi
sedih dan marah pada guru dan kepada orang tuanya karena dia merasa dia tidak
tahu menahu dengan yang namanya uang sekolah dan hal-hal lain yang berhubungan
dengan uang.
Yang diketahuinya adalah bahwa dia harus
sekolah dan belajar agar menjadi orang yang berguna di kemudian hari. Tugasnya
adalah bangun pagi, mengambil air dari pancuran di belakang rumahnya dan
menyapu halaman rumah, mandi, ganti baju dan berjalan kaki ke sekolah setelah
meneguk air hangat tanpa gula dan sebagainya.
Ibu yang sangat dikasihinya dengan sendu
menghiburnya, “Ibu tidak mempunyai uang, tetapi ibu punya beberapa butir telur
ayam yang dapat dijual untuk membayar uang sekolahmu” Dia memeluk ibunya dengan
bangga tanpa sadar bahwa hasil penjualan telur itu belum cukup untuk membayar
uang sekolahnya. Dia tidak tahu bahwa ayam
mereka hanya dua ekor, setelah yang lain
dijual untuk membeli obat ibunya.
Dia juga tidak tahu bahwa untuk biaya
sekolah kakaknya yang lain mereka harus menjadi pembantu di rumah saudaranya
sendiri. Dia tidak tahu bahwa setiap kali dia bermain dengan teman-teman
sebayanya kakak-kakaknya tidak pernah menikmati keceriaan masa kecil mereka
karena selain bekerja di rumah saudara mereka, mereka juga harus membantu
ibunya di ladang. Dia tidak tahu bahwa saat dia tidur lelap di tengah malam,
ibunya sibuk menyiapkan segala sesuatu yang akan dibawa ke pasar untuk dijual
subuh hari.
Dia tidak tahu bahwa perjuangan hidup
keluarganya adalah perjuangan yang harus mereka menangkan sekalipun mereka
tidak pernah tahu kapan kemenangan akan mereka raih. Bahkan mereka sendiri
tidak tahu dalam perjuangan mereka siapa
yang menjadi saingan atau lawan mereka. Mereka hanya harus berjuang untuk
mereka sendiri di antara orang-orang yang tidak tahu situasi mereka karena
setiap orang juga sedang berjuang.
Dia tidak tahu bahwa dia sendiri sedang
berjuang mengenyahkan ketidaktahuan yang melekat dihidupnya yang baru berusia
tujuh tahun. Dia memang banyak tidak tahu dan tidak tahu banyak. (Jemmy)
No comments:
Post a Comment