Saturday, May 31, 2014

Dia banyak tidak tahu



Keringat dan airmata membasahi wajahnya ketika dia terbata-bata menyampaikan berita bahwa besok pagi ibunya harus segera membayar uang sekolahnya agar dia bisa sekolah kembali. Beberapa saat lalu dia dilarang masuk sekolah karena belum melunasi uang sekolah. Dia menjadi sedih dan marah pada guru dan kepada orang tuanya karena dia merasa dia tidak tahu menahu dengan yang namanya uang sekolah dan hal-hal lain yang berhubungan dengan uang.
Yang diketahuinya adalah bahwa dia harus sekolah dan belajar agar menjadi orang yang berguna di kemudian hari. Tugasnya adalah bangun pagi, mengambil air dari pancuran di belakang rumahnya dan menyapu halaman rumah, mandi, ganti baju dan berjalan kaki ke sekolah setelah meneguk air hangat tanpa gula dan sebagainya.
Ibu yang sangat dikasihinya dengan sendu menghiburnya, “Ibu tidak mempunyai uang, tetapi ibu punya beberapa butir telur ayam yang dapat dijual untuk membayar uang sekolahmu” Dia memeluk ibunya dengan bangga tanpa sadar bahwa hasil penjualan telur itu belum cukup untuk membayar uang sekolahnya. Dia  tidak tahu bahwa ayam mereka hanya dua ekor,  setelah yang lain dijual untuk membeli obat ibunya.
Dia juga tidak tahu bahwa untuk biaya sekolah kakaknya yang lain mereka harus menjadi pembantu di rumah saudaranya sendiri. Dia tidak tahu bahwa setiap kali dia bermain dengan teman-teman sebayanya kakak-kakaknya tidak pernah menikmati keceriaan masa kecil mereka karena selain bekerja di rumah saudara mereka, mereka juga harus membantu ibunya di ladang. Dia tidak tahu bahwa saat dia tidur lelap di tengah malam, ibunya sibuk menyiapkan segala sesuatu yang akan dibawa ke pasar untuk dijual subuh hari.
Dia tidak tahu bahwa perjuangan hidup keluarganya adalah perjuangan yang harus mereka menangkan sekalipun mereka tidak pernah tahu kapan kemenangan akan mereka raih. Bahkan mereka sendiri tidak tahu dalam perjuangan  mereka siapa yang menjadi saingan atau lawan mereka. Mereka hanya harus berjuang untuk mereka sendiri di antara orang-orang yang tidak tahu situasi mereka karena setiap orang juga sedang berjuang. 
Dia tidak tahu bahwa dia sendiri sedang berjuang mengenyahkan ketidaktahuan yang melekat dihidupnya yang baru berusia tujuh tahun. Dia memang banyak tidak tahu dan tidak tahu banyak. (Jemmy)

No comments:

Post a Comment