Monday, September 8, 2014

Pantaskah Membenci?

Saya termasuk anak yang tidak begitu baik di antara teman-teman sebaya saya sehingga beberapa orang tua melarang anak-anak mereka bergaul dengan saya. Tidak jarang saya dikata-katai di depan orang karena kelakuan saya. Anehnya saya tidak pernah merasa harus menangggapi atau marah kepada mereka. Saya merasa tidak perlu mempedulikan mereka bahkan saya menganggap mereka tidak ada.
Ketika saya lahir baru karena saya menerima pengampunan dari Tuhan Yesus, saya berjanji akan memberitakan injil anugerah Allah pertama-tama kepada orang terdekat saya. Tetapi ternyata semua tidak berjalan seperti yang saya bayangkan. Saya tetap ditolak.
Karena saya selalu membicarakan kasih Tuhan yang dinyatakan dalam Alkitab, maka saya selalu mendengar kata-kata,
“Awas... Farisi modern lewat.”
Awalnya saya tidak mengubris mereka, tetapi lama-kelamaan saya menjadi tidak sabar. Saya menjadi benci dan marah. Saya merasa mereka harus diberitahu bahwa saya telah berubah dan menjadi orang yang beriman yang dijamin Tuhan Yesus. Saya merasa tidak merugikan orang ketika saya menyampaikan kabar baik. Mengapa saya masih dimusuhi juga?
Suatu hari saya menghadiri ibadah di rumah satu keluarga. Karena Pendeta yang harusnya melayani tidak hadir maka untuk mengisi khotbah, salah seorang yang sering menyebut saya sebagai Farisi modern atau nabi palsu mengisinya dengan membacakan bagian dari buku Renungan Harian. Saya berpikir dia akan menggunakan kesempatan itu untuk menyerang saya.
Renungan yang dibacanya berbicara tentang seorang nabi yang ditolak dari antara saudaranya. Saya tidak begitu peduli karena saya tahu saya bukan seorang nabi. Tetapi setelah selesai membacakan renungannya orang tersebut datang memeluk saya dengan air mata berlinang memohon maaf kepada saya. Saya bingung melihat apa yang terjadi, apalagi ketika beberapa orang juga turut meminta maaf.
             Saat itu saya merasa amat bersalah karena mereka tidak tahu bahwa sebenarnya saya mulai membenci mereka. Tuhan menegur saya dan menunjukkan bahwa jika sebelum lahir baru saya bisa menerima orang yang mengabaikan saya, mengapa sekarang tidak? Saya belajar bahwa mereka harus dikasihi dan jika saya membenci maka itu berarti saya lebih jahat dari saat saya belum lahir baru. 

No comments:

Post a Comment