Saya termasuk anak yang tidak begitu baik di
antara teman-teman sebaya saya sehingga beberapa orang tua melarang anak-anak
mereka bergaul dengan saya. Tidak jarang saya dikata-katai di depan orang
karena kelakuan saya. Anehnya saya tidak pernah merasa harus menangggapi atau
marah kepada mereka. Saya merasa tidak perlu mempedulikan mereka bahkan saya
menganggap mereka tidak ada.
Ketika saya lahir baru karena saya menerima
pengampunan dari Tuhan Yesus, saya berjanji akan memberitakan injil anugerah
Allah pertama-tama kepada orang terdekat saya. Tetapi ternyata semua tidak
berjalan seperti yang saya bayangkan. Saya tetap ditolak.
Karena saya selalu membicarakan kasih Tuhan yang
dinyatakan dalam Alkitab, maka saya selalu mendengar kata-kata,
“Awas... Farisi modern lewat.”
Awalnya saya tidak mengubris mereka, tetapi
lama-kelamaan saya menjadi tidak sabar. Saya menjadi benci dan marah. Saya
merasa mereka harus diberitahu bahwa saya telah berubah dan menjadi orang yang
beriman yang dijamin Tuhan Yesus. Saya merasa tidak merugikan orang ketika saya
menyampaikan kabar baik. Mengapa saya masih dimusuhi juga?
Suatu hari saya menghadiri ibadah di rumah satu
keluarga. Karena Pendeta yang harusnya melayani tidak hadir maka untuk mengisi
khotbah, salah seorang yang sering menyebut saya sebagai Farisi modern atau
nabi palsu mengisinya dengan membacakan bagian dari buku Renungan Harian. Saya
berpikir dia akan menggunakan kesempatan itu untuk menyerang saya.
Renungan yang dibacanya berbicara tentang seorang
nabi yang ditolak dari antara saudaranya. Saya tidak begitu peduli karena saya
tahu saya bukan seorang nabi. Tetapi setelah selesai membacakan renungannya
orang tersebut datang memeluk saya dengan air mata berlinang memohon maaf
kepada saya. Saya bingung melihat apa yang terjadi, apalagi ketika beberapa
orang juga turut meminta maaf.
Saat itu saya merasa amat bersalah karena mereka tidak tahu bahwa
sebenarnya saya mulai membenci mereka. Tuhan menegur saya dan menunjukkan bahwa
jika sebelum lahir baru saya bisa menerima orang yang mengabaikan saya, mengapa
sekarang tidak? Saya belajar bahwa mereka harus dikasihi dan jika saya membenci
maka itu berarti saya lebih jahat dari saat saya belum lahir baru.
No comments:
Post a Comment