Pada saat-saat ini setiap orang percaya
selalu ingin menikmati berkat Tuhan karena berkat Tuhan selalu dianggap sebagai
sesuatu yang menyenangkan dan pantas dinikmati untuk kepuasan diri sendiri.
Atau ada juga untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa Tuhan memperhatikan
kehidupan orang percaya. Itulah sebabnya jika orang percaya tidak menerima
berkat yang menyenangkan dirinya, maka hal itu dianggap telah terjadi suatu kesalahan
dalam hidupnya. Dia merasa ada yang salah dalam dirinya atau ada yang salah
dalam kehendak Tuhan sehingga dia tida meneria seperti yang orang lain terima.
Kitab Ratapan memberikan pelajaran tentang
arti berkat Tuhan bagi orang percaya. Dalam kitab ini, nabi Yeremia yang adalah
penulis kitab ini menyatakan suatu keyakinan akan janji Tuhan bahwa rahmat
Tuhan tidak pernah berkesudahan, selalu baru setiap pagi bersama kesetiaan-Nya.
Ini adalah keyakinan yang sangat luar biasa.
Keyakinan Yeremia dalam kitab Ratapan ini
adalah bagian yang menjadi keyakinan orang percaya pada saat ini. Orang percaya
meyakini ini karena sangat berharap akan rahmat atau berkat Tuhan dapat
dinikmatinya setiap hari agar dia tidak menderita. Jadi sebenarnya orang
percaya bukan meyakini janji Tuhan tetapi berharap agar janji tersebut dapat
dinikmatinya.
Pada hal jika belajar dari apa yang dialami
Yeremia pada saat dia menyatakan keyakinan yang disampaikannya maka terdapat
perbedaan yang sangat jauh dengan apa yang dipahami orang percaya pada saat
ini. Pada saat Yeremia menyatakan harapan dan keyakinannya tersebut dia dan
bangsanya Israel sedang berada dalam tekanan dan penderitaan. Saat itu segala
penderitaan tertimpa padanya dan bangsanya dan dia tahu bahwa semua itu berasal
dari Tuhan Allah akibat dari ketidaktaatan mereka
kepada-Nya. Dia merasa Tuhan Allah sedang menghukum mereka dan seakan tidak mempedulikan
mereka, tetapi di saat seperti itu dia yakin bahwa berkat Tuhan tidak mungkin
berhenti.
Tuhan pernah berjanji akan memberkati
bangsa Israel dan dia yakin bahwa janji tersebut tidak pernah akan berubah.
Penderitaan akan berubah, tetapi janji Tuhan tidak akan berubah. Itu alasannya
mengapa dia percaya bahwa rahmat Tuhan selalu baru setiap pagi.
Orang percaya seharusnya memiliki keyakinan
ini, bahwa berkat Tuhan selalu tersedia sekalipun orang percaya sedang berada
dalam tekanan atau penderitaan. Bahkan seperti pernyataan Paulus bahwa penderitaanpun adalah karunia atau berkat
Tuhan yang menarik orang percaya untuk bergantung sepenuhnya kepada Tuhan (Fil.1:29).
Orang percaya tidak perlu takut mengarungi
kehidupan karena pasti rahmat Tuhan selalu baru dan kesetiaan-Nya tidak
berkesudahan. Tuhan sendiri memberikan jaminan bagi orang percaya bahwa rambut
di kepalapun terhitung jumlahnya (Mat. 10:30). Maksudnya adalah Tuhan tahu
semua hal dalam hidup kita dan Dia tidak pernah berhenti memperhatikan kita.
Berkat yang dari Tuhan seharusnya
mengingatkan kita bahwa kita adalah milik Tuhan dan selain Tuhan, tidak ada
yang memperhatikan hidup kita. Kita pasti tidak dapat membayangkan jika Tuhan
tidak memberkati kita. Kita juga pasti tidak ingin menjadi orang yang diabaikan
oleh Tuhan. Itu sebabnya jika kita menderita sedikit saja maka kita akan segera
memohon pertolongan Tuhan agar penderitaan kita segera berakhir.
Sebenarnya kita adalah orang yang selalu
tahu bahwa pertolongan kepada kita datangnya hanya dari Tuhan dan itu adalah
hal terbaik yang kita miliki. Di dalam diri kita Tuhan menaruh satu kerinduan
akan Dia. Tuhan sendiri yang membuat kita selalu mengingat dan membutuhkan Dia.
Itu sebabnya kita tahu bahwa kita sangat membutuhkan Tuhan dan tidak mau jauh
dari Tuhan terutama jika kita mengalami masalah dalam hidup kita.
Jika kita membutuhkan Tuhan, apakah Tuhan
akan mengabaikan kita? Apakah Tuhan tidak peduli kepada kita? Dia sangat peduli
sehingga berkatnya tidak pernah berkesudahan. Kita saja yang tidak
memperhatikan berkat-Nya sehingga tidak bersyukur kepada-Nya. Kita Tetapi hari
ini kita semua bersyukur kepada Tuhan karena kita mengerti bahwa Dia
memperhatikan kita.
Berkat terbesar dan yang tidak pernah dapat
dibalas dengan ucapan syukur sekalipun adalah ketika Dia menyerahkan Anak-Nya
yang kekasih, datang ke dunia untuk mati demi menebus segala dosa kita. Itu
hanya dilakukan sekali untuk selama-lamanya tetapi itu adalah berkat baru
setiap hari. Artinya setiap orang yang percaya kepada-Nya adalah orang yang
dibarui setiap hari. Orang yang diubah dari hamba dosa menjadi anak-anak-Nya
dan Dia tinggal di dalam hidup orang percaya (1 Kor.3:16).
Hari ini, marilah kita menikmati berkat
Tuhan karena Dia selalu baik kepada kita
semua. Dia bahkan tidak hanya memberikan berkat setiap hari tetapi Dia
memberikan sorga bagi setiap orang yang percaya. Sorga tidak dapat hanya
dinikmati hari ini tetapi dinikmati dalam kekekalan bersama Tuhan Yesus.
No comments:
Post a Comment