Thursday, June 12, 2014

Berkat Dari Tuhan

(Ratapan 3:22-23)


Pada saat-saat ini setiap orang percaya selalu ingin menikmati berkat Tuhan karena berkat Tuhan selalu dianggap sebagai sesuatu yang menyenangkan dan pantas dinikmati untuk kepuasan diri sendiri. Atau ada juga untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa Tuhan memperhatikan kehidupan orang percaya. Itulah sebabnya jika orang percaya tidak menerima berkat yang menyenangkan dirinya, maka hal itu dianggap telah terjadi suatu kesalahan dalam hidupnya. Dia merasa ada yang salah dalam dirinya atau ada yang salah dalam kehendak Tuhan sehingga dia tida meneria seperti yang orang lain terima.
Kitab Ratapan memberikan pelajaran tentang arti berkat Tuhan bagi orang percaya. Dalam kitab ini, nabi Yeremia yang adalah penulis kitab ini menyatakan suatu keyakinan akan janji Tuhan bahwa rahmat Tuhan tidak pernah berkesudahan, selalu baru setiap pagi bersama kesetiaan-Nya. Ini adalah keyakinan yang sangat luar biasa.
Keyakinan Yeremia dalam kitab Ratapan ini adalah bagian yang menjadi keyakinan orang percaya pada saat ini. Orang percaya meyakini ini karena sangat berharap akan rahmat atau berkat Tuhan dapat dinikmatinya setiap hari agar dia tidak menderita. Jadi sebenarnya orang percaya bukan meyakini janji Tuhan tetapi berharap agar janji tersebut dapat dinikmatinya.
Pada hal jika belajar dari apa yang dialami Yeremia pada saat dia menyatakan keyakinan yang disampaikannya maka terdapat perbedaan yang sangat jauh dengan apa yang dipahami orang percaya pada saat ini. Pada saat Yeremia menyatakan harapan dan keyakinannya tersebut dia dan bangsanya Israel sedang berada dalam tekanan dan penderitaan. Saat itu segala penderitaan tertimpa padanya dan bangsanya dan dia tahu bahwa semua itu berasal dari Tuhan Allah akibat dari ketidaktaatan mereka kepada-Nya. Dia merasa Tuhan Allah sedang menghukum mereka dan seakan tidak mempedulikan mereka, tetapi di saat seperti itu dia yakin bahwa berkat Tuhan tidak mungkin berhenti.
Tuhan pernah berjanji akan memberkati bangsa Israel dan dia yakin bahwa janji tersebut tidak pernah akan berubah. Penderitaan akan berubah, tetapi janji Tuhan tidak akan berubah. Itu alasannya mengapa dia percaya bahwa rahmat Tuhan selalu baru setiap pagi.
Orang percaya seharusnya memiliki keyakinan ini, bahwa berkat Tuhan selalu tersedia sekalipun orang percaya sedang berada dalam tekanan atau penderitaan. Bahkan seperti pernyataan Paulus bahwa  penderitaanpun adalah karunia atau berkat Tuhan yang menarik orang percaya untuk bergantung sepenuhnya kepada Tuhan (Fil.1:29).
Orang percaya tidak perlu takut mengarungi kehidupan karena pasti rahmat Tuhan selalu baru dan kesetiaan-Nya tidak berkesudahan. Tuhan sendiri memberikan jaminan bagi orang percaya bahwa rambut di kepalapun terhitung jumlahnya (Mat. 10:30). Maksudnya adalah Tuhan tahu semua hal dalam hidup kita dan Dia tidak pernah berhenti memperhatikan kita.
Berkat yang dari Tuhan seharusnya mengingatkan kita bahwa kita adalah milik Tuhan dan selain Tuhan, tidak ada yang memperhatikan hidup kita. Kita pasti tidak dapat membayangkan jika Tuhan tidak memberkati kita. Kita juga pasti tidak ingin menjadi orang yang diabaikan oleh Tuhan. Itu sebabnya jika kita menderita sedikit saja maka kita akan segera memohon pertolongan Tuhan agar penderitaan kita segera berakhir.
Sebenarnya kita adalah orang yang selalu tahu bahwa pertolongan kepada kita datangnya hanya dari Tuhan dan itu adalah hal terbaik yang kita miliki. Di dalam diri kita Tuhan menaruh satu kerinduan akan Dia. Tuhan sendiri yang membuat kita selalu mengingat dan membutuhkan Dia. Itu sebabnya kita tahu bahwa kita sangat membutuhkan Tuhan dan tidak mau jauh dari Tuhan terutama jika kita mengalami masalah dalam hidup kita.
Jika kita membutuhkan Tuhan, apakah Tuhan akan mengabaikan kita? Apakah Tuhan tidak peduli kepada kita? Dia sangat peduli sehingga berkatnya tidak pernah berkesudahan. Kita saja yang tidak memperhatikan berkat-Nya sehingga tidak bersyukur kepada-Nya. Kita Tetapi hari ini kita semua bersyukur kepada Tuhan karena kita mengerti bahwa Dia memperhatikan kita.
Berkat terbesar dan yang tidak pernah dapat dibalas dengan ucapan syukur sekalipun adalah ketika Dia menyerahkan Anak-Nya yang kekasih, datang ke dunia untuk mati demi menebus segala dosa kita. Itu hanya dilakukan sekali untuk selama-lamanya tetapi itu adalah berkat baru setiap hari. Artinya setiap orang yang percaya kepada-Nya adalah orang yang dibarui setiap hari. Orang yang diubah dari hamba dosa menjadi anak-anak-Nya dan Dia tinggal di dalam hidup orang percaya (1 Kor.3:16).
Hari ini, marilah kita menikmati berkat Tuhan karena Dia selalu baik  kepada kita semua. Dia bahkan tidak hanya memberikan berkat setiap hari tetapi Dia memberikan sorga bagi setiap orang yang percaya. Sorga tidak dapat hanya dinikmati hari ini tetapi dinikmati dalam kekekalan bersama Tuhan Yesus.

No comments:

Post a Comment