Sebagai seorang remaja
putri dan anak seorang janda miskin yang tinggal di desa, saya memiliki angan
yang selalu saya pendam dalam hati saya. Saya begitu rindu menjejakkan kaki
saya di ibu kota negara saya. Sampai pada suatu hari keinginan itu nyaris
terlaksana. Saya diajak oleh seseorang untuk jalan-jalan ke ibu kota, tetapi
saat itu orang tua dan kakak saya melarang saya.
Saat itu saya sangat
frustasi. Saya merasa mereka tidak memahami saya dan telah menghancurkan
harapan saya. Saya ingin berontak tetapi saya sangat mengasihi keluarga saya
sehingga saya menerima semuanya dengan tulus. Bagi saya mereka adalah segalanya.
Seorang teman kakak saya
yang adalah seorang hamba Tuhan menghibur saya. “Tuhan Yesus telah
menyelamatkan kita, maka tidak mungkin Dia akan membiarkan kita. Jika Dia
menghendaki maka suatu hari engkau akan tiba di tempat yang engkau dambakan.”
Kata-katanya sangat kuat menghibur saya. ‘Jika Tuhan menghendaki’, ya!
Hari ini setelah 26 tahun,
kata-kata hamba Tuhan itu tergenapi. Tuhan telah membawa saya ke tempat yang
dulu saya angankan. Dia bahkan telah membawa saya jauh ke beberapa negara yang
tidak pernah bahkan tidak berani saya angankan.
Hari ini saya menikmati
kata-kata yang saya anggap seperti suatu nubuat sekalipun saya tahu itu bukan
nubuat seperti yang dimaksudkan Alkitab. Hari ini saya dapat bercengkerama
dengan kakak saya seperti yang pernah
kami lakukan di desa puluhan tahun lalu. Hanya bedanya kami bercengkerama bukan
di desa kami tetapi di ibukota negara saya.
Dan yang luar biasa adalah
kami juga bercengkerama dengan hamba Tuhan yang dulu mengatakan kepada saya
bahwa ‘Jika Tuhan menghendaki saya akan tiba di tempat dimana saya
dambakan’. Tuhan telah membawaku ke
sini. Dia melakukannya dengan begitu indah. Dia melakukan tanpa memberi saya
tanda-tanda bahwa apa yang saya dambakan akan terlaksana. Dia melakukannya
karena memang hanya Dia yang dapat melakukannya.
Saya begitu bangga
menikmati kebaikan Tuhan bagi saya.
Secara manusia hal ini tidak mungkin terjadi. Mungkin bagi orang lain ini
adalah hal biasa tetapi bagi saya ini mujizat. Tidak ada satupun yang dapat
saya lakukan untuk mewujudkan angan-angan saya. Ini adalah salah satu mujizat
terbesar dalam hidup saya. (Noni)
No comments:
Post a Comment